SURAT RINDU #18: Copy-Paste


Aku sedang sibuk sekali mengurusi soal copy-paste.
Tadi pagi aku dihebohkan oleh seseorang yang memplagiat sajak-sajakku dengan cara copy-paste dan tanpa mencantumkan namaku. Sungguh, masalah sederhana seperti ini sudah cukup membuatku pusing dan bad mood seharian. Semakin mood-ku hilang, semakin aku ingin kamu ada di sisi, maka semakin menyebalkanlah hariku karena nyatanya kamu tak ada di sampingku.

Ah.. Maaf. Pada suratku kali ini kamu malah disambut marah dan kekesalan dariku. Padahal seharusnya rindu tak layak diwarnai amarah apalagi sampai menggebu-gebu.

Kamu tahu? Copy-paste itu mudah sekali dilakukan. Tinggal klik kanan lalu pilih copy kemudian klik kanan lagi lalu pilih paste atau kamu bisa tekan Ctrl+C kemudian tekan lagi Ctrl+V dan tadaaa.. Tulisan yang kamu suka akan berada di tempat yang kamu pilih sendiri.

Sama persis, tak ada yang berbeda. Bahkan kembar identik pun kalah dengan kesamaan hasil copy-paste mu. Semudah itu.

Lanjut baca..

Backpacking Jakarta-Bromo (part-1)


Sesampainya di stasiun Pasar Turi Surabaya, kami langsung cari sarapan di warung-warung murah yang ada di depan stasiun. Mencari warung di sekitar stasiun ini nggak susah kok, menu juga beragam.

Selanjutnya, menurut informasi dari website-website backpacker, yang harus dilakukan kalau mau ke Bromo dari Surabaya adalah menuju terminal bus Bungurasih (Purabaya). Karena bingung mau naik angkutan apa, kami memutuskan naik taksi supaya cepat, nyaman, dengan biaya patungan. Kebetulan ada yang menawarkan taksi pakai argo dan tarif bawah. 

Tapi ternyataaaaa.... argo-nya argo zebra, booo!! Cepet banget tarifnya bertambah... Hahaha... Berhubung kami semua belum pernah ada yang berpengalaman ke Bromo, jadilah rada gambling dan kena tipu taksi ini. Taksi zebra ini kena tarif IDR 65.000, plus tol dan parkir. So, tips kalau mau ke Bromo naik taksi: Jangan Langsung Percaya dengan Argo dan Tarif Bawah! Alternatif lain untuk ke terminal Bungurasih adalah naik bis kota, tapi ya nunggunya lama.. :p

Lanjut baca..

Ubud Writers Readers Festival 2012 (part 2)


Masih lanjutan cerita tentang Ubud Writers Readers Festival ya.. 
Sumpeh deh senang banget dateng ke acara ini. Auranya tuh bener-bener kepenulisan banget.

Rhein juga sempet ngobrol-ngobrol sama orang Australia yang ternyata dia itu dosen jurusan budaya Indonesia di salah satu Universitas di Australia, lho! Oemji... Negara kita ini sebenarnya keren! Oke, lanjut ke topik diskusi panel yang Rhein ikuti.

Lanjut baca..

Lovely Happy January




Januari 2013. Awal tahun ini dibuka dengan pindahnya Rhein ke Bandung. Iya, ngekos lagi di sekitaran kampus ITB karena akan melanjutkan kuliah di sana.

Rasanya gimana? Excited banget, dong! Meski agak deg-degan juga sih karena pas hari pertama masuk kuliah untuk briefing dan foto, Rhein nggak kenal siapa-siapa!!

Sedangkan maba yang lain banyak yg dari bandung atau pernah satu kampus. Setelah ketemu briefing, akhirnya Rhein dapet satu kelompok untuk Bootcamp di Sukabumi. Apaan tuh Bootcamp? Ya, anggap sajalah semacam OSPEK! Jeng! Jeng!


Lanjut baca..